082198207682

Simpro Realty

Search More

Our Blog

Dirut BTN: Timing Bisnis Properti Kembali Bergairah

Posted on September 13, 2017 by Vibiz Admin in News

Untuk kelima kalinya Bank BTN menyelenggarakan ajang penghargaan untuk para pemangku kepentingan (stakeholder) properti bertajuk BTN Golden Property Awards (BTN GPA) 2017 bersama Indonesia Property Watch (IPW). Puluhan pengembang dan proyek properti mendapat penghargaan dengan penilaian dilakukan sebuah panel ahli. Menurut Direktur Utama Bank BTN Maryono, BTN GPA 2017 kali ini lebih spesial karena Bank BTN ingin mengajak seluruh stakeholder properti bersikap optimis dan menjaga kinerja positif demi pertumbuhan bisnis properti yang lebih baik setelah sekian tahu melesu. “Ajang ini merupakan salah satu peran strategis kami mendorong pertumbuhan bisnis properti. Menurut kami inilah timing untuk bisnis ini kembali menggeliat.

Sinyal-sinyal pertumbuhannya sudah sangat jelas. Juli lalu penyaluran KPR kami tumbuh 13,9 persen dari sebelumnya 12,1 persen. Makanya kami sangat optimis saat ini rising momentum yang harus kita dorong bersama-sama,” katanya menjelang dimulainya acara yang diadakan di sebuah hotel mewah di Jakarta, Senin (11/9). Pertumbuhan yang luar biasa itu disebut Maryono terutama untuk penyaluran KPR rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mencapai 30 persen dibanding kredit rumah komersial yang rata-rata hanya 10 persenan.

Di pihak lain rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) Bank BTN juga terus membaik. “Bukti lain (bisnis properti mulai kembali bergairah), dalam pameran properti yang kami adakan di Jakarta bulan Agustus lalu, kami berhasil mencatatkan transaksi Rp8,36 triliun, jauh di atas target yang hanya Rp5 triliun,” ujarnya. Selama semester pertama tahun ini (Januari-Juni) Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan perumahan untuk 370 ribu rumah subsidi dan komersial dengan nilai kredit mencapai Rp39 triliun atau 56 persen dari target tahun ini yang 666 ribu unit. Pertumbuhan penyaluran KPR yang tinggi itu didukung regulasi Bank Indonesia yang mengendorkan rasio penyaluran kredit rumah atau loan to value (LTV) dan menurunkan bunga acuan, serta paket kebijakan pemerintah yang makin memudahkan pengembang, dan lain-lain.

sumber: housing-estate


0 comments

Leave A Comment