082198207682

Simpro Realty

Search More

Our Blog

Ini 6 Syarat agar Bangunan Berpredikat Green Bulding Versi GBCI

Posted on May 7, 2018 by Vibiz Admin in News

Green Building Council Indonesia atau GBCI menyiapkan 6 komponen wajib untuk sertifikasi bangunan sebagai bagian dari greenbuilding.

COO Green Building Council Indonesia (GBCI) Iparman Oesman mengatakan GBCI adalah afiliasi dari World Building Council, lembaga nirlaba yang berlokasi di Toronto, Kanada. Adapun tujuan GBCI adalah menjawan keprihatinan terkait sumbangan emisi dari bangunan high rise.

“Maka kami merumuskan komponen untuk mengukur performance bangunan, dimulai dari desain, konstruksi, sampai selesai berbasis green building,” jelas Iparman kepada Bisnis, Senin (23/4/2018).

Dia menyebut enam komponen utama meliputi; ketepatan tapak bangunan yang akan membahas soal ketersediaan ruang terbuka hijau 30%, indoor quality terkait kualitas udara dari ketersediaam ventilasi, efisiensi energi, efisiensi air, manajemen building, dan terkahir siklus material. Komponen lain yang tak kalah penting adalah mendokumentasikan segala bahan bangunan.

“Kita ada rating tools untuk pembangunan kawasan, ini banyak terkait dengan properti, namanya greenship neighboorhood,” ujar Iparman.

Dia membocorkan untuk mengatasi hal tersebut, beberapa pengembang besar mengakali dengan membuka sumber air sendiri. Saat ini, GBCI memang fokus untuk mengatasi krisis air dalam pembangunan. Ada pun air adalah syarat utama, sedangkan krisis air diprediksi akan terjadi dalam lima tahun lagi.

Selain air, Iparman menegaskan komponen penting ruang terbuka hijau (RTH) dalam bangunan. Dia menilai RTH paling minimal harus ada 10% yang bisa ditanami dengan tumbuhan hijau.

Iparman menerangkan, pembangunan gedung greenbuilding sesungguhnya lebih murah ketimbang non green building. Dia tak menampik, bahwa investasi yang digelontorkan akan lebih mahal ketimbang non greenbuilding. Namun, greenbuilding menawarkan jaminan jangka panjang.

“Misalnya pakai lampu LED, investasi mahal. Tetapi tidak diganti sampai 15 tahun. Sementara non LED, setiap tahun ganti. Dalam 5 tahun saja, harganya bisa menyaingi harga investasi perdana LED,” jelas Iparman mengambil contoh tentang efisiensi biaya energi dalam bangunan.

sumber: bisnis


0 comments

Leave A Comment