082198207682

Simpro Realty

Search More

Our Blog

Jenis Sertifikat Apartemen yang Perlu Anda Ketahui

Posted on October 9, 2019 by Vibiz Admin in News

Mau beli apartemen untuk kegunaan pribadi atau disewakan? Simak dulu jenis-jenis sertifikat apartemen, bagaimana mengurus sertifikat apartemen dan seluk beluk sertifikat apartemen melalui pembahasan berikut ini!

Kenali Jenis Sertifikat Apartemen
Apartemen memang menjadi salah satu pilihan untuk tempat tinggal karena berbagai fasilitas yang menyertainya disamping berbagai keuntungan yang didapatkan dengan memiliki sebuah apartemen.

Namun, sebelum memiliki sebuah apartemen, tentu kita perlu tahu bagaimana legalitas melalui sertifikat apartemen yang harus diketahui dan bagaimana mengurusnya.

Dalam pembahasan kali ini, kita akan mengulas beberapa hal tentang jenis sertifikat apartemen dan sifat kepemilikan dan juga prosedur serta persyaratan dalam mengurus sertifikat apartemen.

#1 Sertifikat Hak Kepemilikan Rumah Susun (SHKRS) / HGB Milik
Jenis sertifikat apartemen ini sebetulnya adalah pecahan dari Hak Guna Bangunan (HGB), dimana apartemen tersebut dibangun atas lahan milik perorangan atau milik developer.

Sertifikat Hak Kepemilikan Rumah Susun (SHKRS) pada umumnya tidak jauh berbeda dengan Sertifikat Hak Milik (SHM), hanya warna saja yang membedakan jenis sertifikat apartemen tersebut.

Sertifikat Hak Milik (SHM) dicetak dengan sampul berwarna hijau, sedangkan Sertifikat Hak Kepemilikan Rumah Susun (SHKRS) dicetak dengan sampul berwarna merah muda.

Karena kedudukan dari jenis sertifikat apartemen ini termasuk kuat, maka Sertifikat Hak Kepemilikan Rumah Susun (SHKRS) ini dapat digadaikan di bank.

Dalam pembahasan kali ini, kita akan mengulas beberapa hal tentang jenis sertifikat apartemen dan sifat kepemilikan dan juga prosedur serta persyaratan dalam mengurus sertifikat apartemen.

#1 Sertifikat Hak Kepemilikan Rumah Susun (SHKRS) / HGB Milik
Jenis sertifikat apartemen ini sebetulnya adalah pecahan dari Hak Guna Bangunan (HGB), dimana apartemen tersebut dibangun atas lahan milik perorangan atau milik developer.

Sertifikat Hak Kepemilikan Rumah Susun (SHKRS) pada umumnya tidak jauh berbeda dengan Sertifikat Hak Milik (SHM), hanya warna saja yang membedakan jenis sertifikat apartemen tersebut.

Sertifikat Hak Milik (SHM) dicetak dengan sampul berwarna hijau, sedangkan Sertifikat Hak Kepemilikan Rumah Susun (SHKRS) dicetak dengan sampul berwarna merah muda.

Karena kedudukan dari jenis sertifikat apartemen ini termasuk kuat, maka Sertifikat Hak Kepemilikan Rumah Susun (SHKRS) ini dapat digadaikan di bank.

Berkenaan dengan masa berlakunya, Sertifikat Hak Kepemilikan Rumah Susun (SHKRS) / Hak Guna Bangunan (HGB) Milik memiliki masa berlaku hingga 30 tahun. Untuk masa perpanjangannya bisa mencapai 20 tahun.

Prosedur untuk memperpanjang Sertifikat Hak Kepemilikan Rumah Susun (SHKRS) / Hak Guna Bangunan (HGB) Milik pun tidak terlalu rumit.

Cukup dengan mendatangi kantor BPN terdekat dan menyerahkan berbagai berkas yang diperlukan seperti fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK) dan sertifikat asli yang akan diperpanjang.

Setelah diproses oleh petugas BPN selama beberapa waktu melalui prosedur yang berlaku, sertifikat yang telah diperpanjang akan diberikan dalam bentuk Buku Tanah dan Surat Ukur atas Hak Tanah, Gambar Denah Lantai, Pertelaan mengenai besarnya bagian hak atas bagian bersama, benda bersama dan tanah bersama bagi yang bersangkutan.

#2 Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung (SKGB)
Apabila apartemen yang bersangkutan dibangun bukan di atas tanah milik pribadi atau developer, melainkan dibangun di atas lahan milik pemerintah atau tanah wakaf, maka jenis sertifikat yang diterima adalah Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung (SKGB)

Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung (SKGB) akan berupa Salinan Buku Bangunan Gedung, Salinan Surat Perjanjian atas Sewa Tanah, Gambar denah lantai (pada tingkat rumah rusun yang menunjukkan rumah susun yang dimiliki), Pertelaan mengenai besarnya bagian hak atas bagian bersama, benda bersama dan tanah bersama bagi yang bersangkutan.

Hak Milik Atas Properti
Selain jenis-jenis sertifikat apartemen, ketahui juga jenis hak milik atas properti (Rumah, Tanah & Apartemen) berikut ini.

Berbagai peraturan yang mencakup hal tentang tanah terkandung di dalam Undang-undang Pokok Agraria pasal 4 ayat 1, diantaranya:

Hak Milik, Hak Guna Bangunan (HGB), Hak Guna Usaha (HGU), Hak Pakai, Hak Sewa, Hak Membuka Tanah, Hak Pengelolaan Lahan (HPL), dan Hak Memungut Hasil Hutan.

Mengenai Hak Pengelolaan Lahan (HPL), biasanya digunakan oleh pengembang di Indonesia namun Hak Pengelolaan Lahan (HPL) tidak termasuk dalam hak atas tanah.

Peraturan tentang Hak Pengelolaan Lahan (HPL) terkandung di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1953 Tentang Penguasaan Tanah-tanah Negara serta Peraturan Menteri Agraria Nomor 9 Tahun 1965.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut:

#1 Hak Milik
Mengacu pada Undang-Undang Pokok Agraria pasal 20 ayat 1, Hak Milik adalah hak turun-temurun dan memiliki kedudukan yang kuat di mata hukum.

Hak turun-temurun di sini berarti hak milik atas tanah dapat diteruskan kepada ahli waris selanjutnya selama masih memenuhi syarat sebagai subjek hak milik jika yang bersangkutan meninggal dunia.

Kepemilikan atas Sertifikat Hak Milik (SHM) ini sangat kuat di mata hukum Republik Indonesia dan hanya WNI atau Warga Negara Indonesia saja yang memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) ini.

Kepemilikan atas Sertifikat Hak Milik (SHM) tersebut diantaranya adalah bangunan di atas tanah, tanah di halaman rumah, tanah yang berada di bawahnya serta apa yang ada di atas bangunan tersebut.

#2 Hak Guna Bangunan (HGB)
Jika seseorang memiliki Hak Guna Bangunan, berarti yang bersangkutan berhak untuk mendirikan atau memiliki bangunan di atas tanah yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu paling lama 30 tahun.

Jangka waktu penggunaan Hak Guna Bangunan (HGB) ini dapat diperpanjang hingga 20 tahun berikutnya.

Mereka yang bisa memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) ini adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum yang didirikan menurut hukum Republik Indonesia dan berdomisili di Indonesia.

#3 Hak Pengelolaan Lahan (HPL)
Menurut 99.co, Hak Pengelolaan Lahan (HPL) adalah suatu hak yang menyangkut kewenangan seperti merencanakan peruntukan dan penggunaan tanah yang bersangkutan, menggunakan tanah tersebut untuk keperluan pelaksanaan usaha serta menyerahkan bagian-bagian dari tanah itu kepada pihak ketiga menurut syarat yang ditentukan oleh perusahaan pemegang hak tersebut.

#4 Strata Title
Strata title merupakan hak milik atas satuan rumah susun, suatu hak kepemilikan bersama atas kompleks bangunan yang terdiri dari hak eksklusif atas ruang pribadi sekaligus hak bersama atas ruang publik.

Dengan kata lain, jika berada di ruang pribadi seperti unit apartemen milik pribadi atau rumah susun milik pribadi, si pemilik tidak terikat dengan peraturan yang berlaku.

Tetapi ketika yang bersangkutan sedang berada di ruang publik seperti kolam renang, taman dan berbagai fasilitas umum dalam komplek rumah susun atau apartemen, maka salah pemilik unit apartemen atau rumah susun tersebut terikat dengan peraturan yang berlaku karena ruang publik tersebut juga digunakan secara umum oleh para penghuni lainnya.

Berdasarkan penjelasan dari 99.co, konsep strata title memisahkan hak terhadap beberapa strata atau tingkatan, yaitu terhadap hak atas permukaan tanah, atas bumi di bawah tanah dan udara di atasnya.

sumber: finansialku


0 comments

Leave A Comment