082198207682

Simpro Realty

Search More

Our Blog

Makin Strategis Tapi Penawaran Rumah Kian Terbatas

Posted on June 7, 2019 by Vibiz Admin in News

Kota Depok, Jawa Barat, di selatan Jakarta, kini makin strategis menyusul dibangunnya tol Cinere-Jagorawi (Cijago) yang merupakan bagian dari jaringan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II yang mengelilingi megapolitan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) mulai dari Jagorawi-Serpong-Bandara Bandara Soekarno Hatta di barat dan utara sampai Jagorawi-Cibitung-Tanjung Priuk di selatan dan timur. Tol JORR II terkoneksi dengan semua jalan tol eksisting di Jabodetabek termasuk JORR I.

Harga rumah tipe 45 sudah di atas Rp1 miliar.

Di sisi utara terkoneksi dengan tol Sediyatmo (bandara) dan tol Jakarta-Merak, di sisi barat terkoneksi dengan tol Ulujami-Serpong. Sedangkan di sisi selatan terhubung dengan tol Antasari-Depok (baru beroperasi sebagian) selain tol Jagorawi, di sisi timur dengan tol Jakarta-Cikampek. Jadi, jika tol JORR II beroperasi penuh, Depok akan makin mudah diakses dari seluruh penjuru Jabodetabek. Jaringan tol itu kian menambah aksesibilitas Depok yang selama ini lebih mengandalkan kereta komuter selain jalan arteri (Jl Raya Bogor dan Jl Raya Lenteng Agung).

Dengan banyaknya akses itu Depok yang memiliki udara lebih sejuk dan paling dekat dengan Jakarta, makin menarik dijadikan sebagai pilihan tempat tinggal mereka yang sehari-hari beraktivitas di ibu kota negara. Hanya, karena harga tanahnya sudah tinggi, penawaran hunian di bawah Rp1 miliar sekarang berupa apartemen yang banyak dikembangkan di sepanjang Jl Margonda Raya, jalan protokol tempat pusat pemerintahn Kota Depok.

Untuk rumah tapak (landed house), harganya rata-rata sudah di atas Rp1 miliar/unit, kecuali di wilayah pinggiran seperti Sawangan, Cipayung, dan Cimanggis, masih ada yang di kisaran Rp500 juta. Selain faktor harga tanah, penyebab tingginya harga rumah di Depok juga berkaitan dengan kebijakan Walikota Depok di era Nur Mahmudi Ismail yang mengharuskan luas kaveling rumah di proyek perumahan minimal 120 m2 untuk menjaga Depok tetap menjadi daerah resapan air. Jadi, seluruh proyek yang perizinannya terbit di era kepemimpinan politikus PKS itu, luas kaveling rumahnya mengacu pada aturan tersebut.

Kalau ada developer yang masih memasarkan rumah dengan luas kaveling di bawah 120 m2, itu berarti perizinannya terbit sebelum era Nur Mahmudi. “Dengan kebijakan walikota terdahulu (Nur Mahmudi) itu kami terpaksa memasarkan rumah seharga di atas Rp1 miliar,” kata Doni Riandi, GM PT Karunia Sarana Binangun, developer Bella Casa Residence di Jalan Tole Iskandar yang terkoneksi langsung dengan Jalan Margonda. Ia memperoleh informasi, kebijakan itu dalam proses revisi oleh walikota yang menggantuikan Nur mahmudi, sehingga mulai tahun depan developer sudah boleh membangun rumah dengan luas kaveling minimal 85 m2.

Tiga perumahan

Perumahan yang ada di tengah Kota Depok (dalam radius 5 km dari Jl Margonda Raya sebagai pusat kota) tinggal tiga proyek yang luas lahannya cukup besar. Yaitu, Bella Casa Residence (40 ha) dan Victoria Hill (1,82 ha) di Jl Tole Iskandar, dan Grand Depok City (GDC/350 ha) di Jl RA Kartini yang juga terkoneksi dengan Jalan Margonda.

Di semester II 2018 ini PT Kurnia Sarana Binangun memasarkan klaster baru Basella di Bella Casa Residence. Ada 91 unit rumah 1-2 lantai yang dipasarkan di dalamnya. Untuk rumah satu lantai tersedia tipe 65/112 seharga Rp1,48 miliar, tipe 70/120 Rp1,58 miliar, dan 72/174 Rp2,05 miliar. Sedangkan untuk rumah dua lantai ada tipe 155/144 seharga Rp2,13 miliar. Alternatif lain tersedia di klaster Delonix, rumah tipe 69 dengan luas kaveling 132-188 m2 seharga mulai dari Rp1,37 miliar. Bella Casa sudah dilengkapi beragam fasilitas seperti trek jogging, lapangan futsal, lapangan basket, taman bermain anak, sarana ibadah, dan lain-lain.

Konsep resort
Perumahan lain yang layak dipilih tidak jauh dari Bella Casa adalah Victoria Hills Residence yang dikembangkan PT Ligamas Hunian Sejahtera. Luasnya kurang dari dua hektar, tapi developernya melengkapinya dengan sport club berisi kolam renang dan fasilitas fitness, serta trek joging lereng bukit dengan view ke sungai Ciliwung di bawahnya.

Dari 67 unit rumah yang dikembangkan, tinggal sepertiganya yang masih dipasarkan. Sebagian rumah yang terjual sudah diserah-terimakan dan telah dihuni. Saat ini developer memasarkan rumah inden dengan jangka serah terima 12 bulan. Selain itu ada juga rumah siap huni untuk mengantisipasi konsumen yang butuh tempat tinggal mendesak.

Tipe rumahnya 88/84 seharga mulai dari Rp1,49 miliar, tipe 102/105 Rp1,87 miliar, tipe 95/144 Rp2,58 miliar, tipe 95/168 Rp2,68 miliar, tipe 120/172 Rp2,86 miliar, dan tipe 95/181 Rp3,02 miliar. “Untuk menutup 2018 dan menyambut tahun baru 2019, kami menawarkan diskon menarik hingga 10 persen,” kata Laurensius Kam Lim Hau, Project Manager Victoria Hills Residence.

Stasiun Depok Lama

Kedua perumahan tersebut mudah dijangkau dari tol, karena jaraknya hanya sekitar 4 km dari pintu tol Cisalak di ruas tol Cijago. Ke stasiun kereta Depok Lama pun kurang lebih sama jaraknya, sehingga kedua perumahan itu juga ideal untuk hunian mereka yang ingin beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal itu. “Banyak penghuni kami yang pergi kerja naik kereta. Dari rumah ke stasiun mereka naik motor sendiri atau ojek online kurang lebih 10 menit,” kata Denny Rachman, Marketing Manager Bella Casa Residence.

Kelebihan lain dari dua perumahan tersebut, lokasinya tidak jauh dari Jl Margonda Raya yang banyak dipadati mal dan pusat gaya hidup lain. Fasilitas lain di sekitarnya ada pasar, RS Ibu dan Anak Hermina, sejumlah sekolah negeri dan swasta seperti Tunas Global, Happy Holy Kid, dan sekolah SD-SMA negeri.

Subsidi cicilan

Alternatif lain pilihan rumah di Kota Depok ada di Grand Depok City. Perumahan besutan PT Dinamika Alam Sehatera (SMR Group) ini belum lama memasarkan klaster New Anggek 2 Extention. Sebagian rumah didesain modern minimalis dengan pilihan tipe 45/120 seharga Rp1,40 miliar dan tipe dua lantai 55/120 Rp1,51 miliar. Sebagian rumah lain dipasarkan dengan desain bergaya Eropa. Hanya, harganya sedikit lebih tinggi. Contoh, tipe 45/120 dibandrol Rp1,44 miliar, tipe 55/120 Rp1,57 miliar.

Rumah-rumah tersebut dapat dibeli dengan uang muka atau down payment (DP) 0 persen. Konsumen cukup membayar booking fee Rp10 juta, bisa langsung akad kredit (KPR). Biaya akad ditanggung developer, dan kalau dana KPR-nya sudah dicairkan bank ke rekening pengembang, konsumen akan mendapatkan cash back Rp30 juta. “Kami juga memberikan subsidi cicilan KPR sebesar 50 persen untuk dua tahun pertama. Jadi, baru mulai tahun ketiga konsumen mencicil kredit 100 persen,” jelas Dewi, staf marketing GDC.

sumber: housing-estate


0 comments

Leave A Comment