082198207682

Simpro Realty

Search More

Our Blog

Pasar Properti 2018 Masih 11-12 dengan 2017

Posted on December 6, 2017 by admin in News

Pasar properti tahun 2018 diperkirakan masih relatif sama kondisinya dengan tahun 2017. Perkiraan itu dikemukakan dengan melihat asumsi makro ekonomi yang menjadi acuan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tidak banyak berbeda dengan APBN 2017. Misalnya, pertumbuhan ekonomi dipatok 5,4 persen dibanding 2017 yang 5,1 persen. sementara inflasi dan kurs rupiah disepakati 3,5 persen dan Rp 13.400 per USD.

“Kalau asumsi makro ekonominya seperti itu, pasar properti tahun 2018 belum akan banyak berubah, masih 11–12 dengan kondisi pasar tahun ini,” kata Yosi Hidayat Prabowo, Direktur Marketing Anugerah Sejahtera Group, dalam diskusi Property Outlook 2018 “Strategi Industri Properti Memanfaatkan Tumbuhnya Infrastruktur” yang diadakan PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) di Jakarta, Selasa (5/12/2017). Ia berbicara bersama Agung Wirajaya, Assistant Vice President, Head of Strategic Residential Marketing Division APL.

Anugerah Sejahtera Group adalah perusahaan yang banyak menangani pemasaran proyek-proyek properti untuk kalangan menengah ke atas di berbagai kota sejak satu dekade terakhir. Menurut Yosi, dengan pertumbuhan ekonomi yang sulit beranjak dari lima persen, memang sulit bagi bisnis properti untuk bangkit. “Karena jujur saja, waktu properti booming (tahun 2010–2013), pertumbuhan ekonomi kita rata-rata lebih dari enam persen. Jadi, kalau dikatakan daya beli melemah, menurut saya itu benar karena ekonominya memang turun menjadi lima persen dan belum naik sampai sekarang,” jelasnya.

Ia menambahkan, cara gampang melihat pelemahan daya beli masyarakat adalah dengan melihat penjualan properti dan juga emas baik di toko emas maupun agen penjual emas batangan. “Kalau lebih banyak yang mau jual daripada beli, itu tanda daya beli melemah. Indikator lain, yang cancel (membatalkan atau tidak meneruskan pembelian rumah) lebih banyak daripada yang jadi, atau pembayaran cicilan depe-nya tersendat. Ini banyak terjadi di berbagai proyek dalam dua tahun terakhir,” tutur Yosi.

sumber: housing-estate


0 comments

Leave A Comment