082198207682

Simpro Realty

Search More

Our Blog

Permintaan Kantor di Kawasan Pusat Bisnis Naik 15%

Posted on April 5, 2018 by Vibiz Admin in News

Konsultan properti, Jones Lang LaSalle atau JLL Indonesia menyatakan dalam laporan triwulan pertama 2018, permintaan gedung kantor Grade A mengalami kenaikan 15% di area pusat bisnis.

Head of Research JLL Indonesia James Taylor mengatakan ada kenaikan permintaan untuk gedung tipe Grade A di lokasi pusat bisnis atau central business district (CBD). Alasannya, dalam beberapa waktu terakhir, perkembangan teknologi melahirkan sejumlah bisnis baru berbasis teknologi yang hendak membuka kantor di kawasan ini.

“Seperti misalnya online marketplace, Coworking, Fintech, Online Gaming, dan Travel Booking. Mereka berekspansi sampai 15% ke area gedung Grade A sampai kuartal pertama tahun ini,” terang James di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/4/2018).

Menurut James banyak tenant bermigrasi dari Grade B ke Grade A karena persiapan infrastruktur yang sangat memadai di sekitar CBD. Misalnya saja seperti mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT). Selain infrastruktur, pelemahan sektor industri minyak dan gas memang telah menggeser para tenant jenis perusahaan tersebut dengan perusahaan berbasis teknologi.

“Terhitung sejak 2017 pada kuartal 4 sampai kuartal pertama 2018 ada kenaikan penyerapan perkantoran dari 151.000 meter persegi menjadi 240,000 meter persegi,” ungkap James.

Ada pun secara khusus pada triwulan pertama 2018 ini, penyerapan perkantoran CBD mencapai 52.000 meter persegi. Namun, persentase okupansi CBD baru mencapai 78%. Prospek penyewaan perkantoran CBD meningkat sampai 2019. Dalam jangka panjang, kemungkinan pasokan juga akan berkurang namun okupansi meningkat.

“Penyewaan sampai 2019 akan tertekan dan baru stabil 2020 setelahnya. Harga sewa di CBD ini menurun 2018, 2019, dan baru meningkat 2021,” tutur James.

Dia menyatakan permintaan yang meningkat awal tahun ini memang masih didominasi perkantoran Grade A. Dalam triwulan pertama ini saja, ada dua tower yang berhasil selesai dibangun. Dua bangunan ini adalah District & Treasury dan Prosperity Tower dengan menambah pasokan sebesar 189.000 meter persegi. Ada pun kedua tower ini berada di SCBD, Sudirman.

“Sehingga, total stock yang ada saat ini mencapai 6 juta meter persegi. Pasokan tambahan yang akan datang diprediksikan sekitar 1,4 juta meter persegi,” sambung James.

Sementara itu, Head of Markets JLL Indonesia Angela Wibawa mengatakan aktivitas selama triwulan pertama tahun ini mencerminkan konsistensi tingkat permintaan yang bertumbuh sejak tahun lalu.

“Tingkat hunian dan harga sewa di kawasan CBD saat ini masih berada dalam tren penurunan mengingat jumlah pasokan yang diperkirakan bertambah secara signifikan tahun 2018,” ungkap Angela.

Menurut Angela, sejumlah sektor yang menyukseskan pertumbuhan ini adalah sektor teknologi informasi, serviced office atau coworking spacem insurance, dan professional services.

sumber: bisnis


0 comments

Leave A Comment