082198207682

Simpro Realty

Search More

Our Blog

Prediksi Pasar Properti: Sentul Bakal Jadi The Next Serpong?

Posted on June 4, 2019 by Vibiz Admin in News

Pembangunan infrastruktur yang nyata di wilayah Sentul diyakini akan membuat kota ini menjadi booming properti kedepannya. Tak mengherankan muncul kesan kuat Sentul The Next Serpong.

Sentul, Bogor, mendapat dorongan dari pengembangan infrastruktur yang terkoneksi dengan LRT dan Jalan Lingkar Luar Bogor yang akan segera rampung menuju JORR. Selain itu sejumlah fasilitas komersial skala besar juga telah memasuki masa konstruksi. Misalnya saja Mal AEON yang dijadwalkan untuk dibuka pada kuartal akhir tahun ini atau awal 2020.

Hasil riset Maybank Sekuritas menyebutkan bahwa dari sisi arus lalu lintas, Sentul City sendiri tampak lebih bersemangat dari sebelumnya. Terlihat sejumlah renovasi yang dilakukan di beberapa rumah toko tua yang dibangun pada masa awal pengembangan kota Sentul.

“Selain itu banyak rumah tapak yang ada siap dijual. Namun, pasokan tetap mencukupi. Ini mirip dengan hari-hari awal Serpong sebelum lepas landas,” jelasnya.

Rumah.com Property Index menunjukkan bahwa kenaikan properti di Bogor mencapai 11% pada kuartal pertama 2019 dibanding kuartal yang sama pada tahun sebelumnya. Saat ini, harga properti di kawasan Sentul berada pada kisaran Rp10-19 juta per m2. Diperkirakan tingkat penjualan di kedua wilayah ini akan mencapai kisaran 65 persen hingga akhir tahun ini.

Pasar Apartemen Berusaha Mendorong Serapan Suplai

Pasar apartemen di kedua wilayah ini masih berusaha menyerap pasokan yang masih belum terjual hingga saat ini.

Hingga kuartal 1/2019, Setidaknya terdapat sekitar 10,700 unit pasokan kumulatif apartemen di wilayah ini. Berdasarkan jumlah total pasokan tersebut, baru sekitar 25 persen unit yang telah beroperasi, sisanya masih dalam pengembangan.

Jumlah ini tergolong minim jika membandingkan dengan kawasan sekitarnya, seperti Depok, Tangerang, Bekasi (Detabek). Pasalnya, masing-masing daerah administrasi berbasis kota (bukan kabupaten), telah memiliki setidaknya lebih dari 20,000 unit apartemen.

Sementara itu jika melihat dari sisi permintaan di wilayah Sentul/Bogor sepanjang kuartal I/2019 mencapai 5,900 unit atau tumbuh mencapai kisaran 54,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 53,1 persen. Sebagian besar pembeli unit apartemen di kedua wilayah ini masih didorong oleh motif investasi karena masih banyak pilihan rumah tapak untuk ditinggali di sekitar Kota Bogor dan wilayah Sentul, misalnya di Bogor Kabupaten.

Aspek Pendukung Masih Minim
Keberadaan bisnis komersial (kantor) dan pusat-pusat perbelanjaan di Sentul memang masih minim. Hal ini bisa menjadi salah satu peluang untuk para investor yang ingin menciptakan berbagai kawasan perkantoran di sekitar Sentul.

Adapun tercatat sejumlah pengembang yang tengah membangun wilayah di daerah Bogor/Sentul adalah Sentul City, PT Summarecon Agung Tbk., PT Ciputra Development Tbk., Bakrie Land, PT Suryamas Dutamakmur Tbk.

Ciputra, misalnya, tengah mengembangkan Citra Sentul Raya diatas lahan pengembangan seluas 1.000 hektar. Perusahaan publik dengan kode saham CTRA tersebut mulai menawarkan dua tipe hunian berlantai satu dan dua. Masing-masing dibandrol dengan harga mulai dari Rp649 juta dan Rp1 miliar. Proyek terbaru Ciputra Group ini akan mulai diluncurkan pada semester II/2019.

Direktur Independen Ciputra Grup, Tulus Santoso mengatakan pada semester II/2019, banyak hal positif yang mendukung kepercayaan diri pengembang untuk mulai meluncurkan proyek baru. Landasannya adalah selesainya pemilu, selin itu tingkat suku bunga yang diproyeksikan membaik dengan tren menurun.

“Dari sisi infrastruktur sudah mendukung sekarang tinggal menanti penyerapan pasar,” jelasnya.

sumber: rumahdotcom


0 comments

Leave A Comment