082198207682

Simpro Realty

Search More

Our Blog

Saat Pertama Menghuni Apartemen

Posted on October 11, 2019 by Vibiz Admin in News

Perasaan senang, bangga, hingga terharu dirasakan banyak orang saat pertama kali menerima serah terima unit huniannya dari developer. Bila huniannya berupa rumah tapak, kita bisa langsung membuat atau membeli aneka perabot, perkakas, dan aksesoris yang diperlukan untuk mengisinya sebelum dihuni. Tak perlu izin dan tetek bengek lain kecuali memberitahukan ke RT/RW setempat bahwa kita akan menghuni rumah tersebut.

Mengisi apartemen tidak seleluasa di rumah tapak (landed house). Tapi, itu proses yang harus dijalani supaya semua penghuni aman dan nyaman tinggal di bangunan vertikal itu.

Tapi, tidak demikian halnya dengan hunian vertikal atau apartemen. Posisinya di bangunan jangkung dengan luasan unit terbatas, begitu pula luas dan kapasitas lift apartemennya, memilih perabot untuk apartemen tidak seleluasa di rumah biasa. Bukan hanya pilihan bentuk dan ukurannya, tapi juga pemasangan atau peletakannya. Pemasangannya bisa berpengaruh terhadap bangunan atau unit apartemen lain di kiri-kanan dan atas-bawahnya, dan karena itu kita memerlukan izin pengelola melakukannya.

Untuk perabot (furnitur) misalnya, di apartemen kita harus memilih yang berukuran kompak dengan model bongkar pasang atau knock down. Jadi, kita mudah membawanya melalui lift sebelum meng-install-nya di unit apartemen. Tapi, seperti sudah disinggung di atas, di apartemen kita juga tidak bisa begitu saja memasang perabot, melubangi dinding, memasang kabel listrik, mengganti keramik, dan lain sebagainya karena bisa berdampak terhadap infrastruktur bangunan dan unit lain.

Karena itu proses pengisian (fit out) dan renovasi apapun di unit apartemen, terlebih dulu harus dilaporkan ke pengelola atau estate management. Pengelola akan menyampaikan kepada penghuni tetek bengek aturan yang harus dipatuhi saat melakukan fit out dan renovasi itu. Untuk itu kita harus menyampaikan gambar kerja, item-item pekerjaan, serta jadwal pengerjaannya.

Deposit

“Setiap penghuni wajib melapor dan menyediakan gambar kerja sebelum melakukan fit out di unitnya. Pekerjanya bisa mereka bawa sendiri atau menggunakan rekanan dari kami,” kata Andreka Irvandawisnu, Marcomm Manager apartemen Green Pramuka City, Jalan Ahmad Yani, Jakarta Pusat. Selain itu penghuni juga harus menyetor deposit senilai tertentu tergantung kebijakan setiap apartemen, sebagai jaminan proses fit out atau renovasi dilakukan sesuai aturan.

Bila ada masalah pasca renovasi yang berdampak terhadap bangunan apartemen atau unit sebelah-menyebelah, deposit itu akan dipakai pengelola untuk melakukan perbaikan. Menurut Kelvin Octavianus, Associate Director Sales & Marketing PT Sentul City Tbk, pengembang apartemen Opus Park Sentul di Sentul City (3.100 ha), Sentul Selatan, Bogor (Jawa Barat), proses itu harus dilakukan di apartemen karena terkait dengan keamanan dan kenyamanan bersama seluruh unit di dalamnya.

“Misalnya, anda mau pasang kitchen set, kemudian dindingnya mengelupas atau harus membobok dinding. Anda kan nggak tahu di situ ada sistem plumbing atau mekanikal elektrikal. Deposit itu dimaksudkan untuk berjaga-jaga. Nanti setelah proses fit out selesai, ada teknisi yang akan memeriksa pekerjaan anda. Kalau ada kerusakan, biaya perbaikannya diambil dari deposit. Tapi, kalau beres, depositnya pasti dikembalikan,” jelasnya.

Andreka menambahkan, penghuni umumnya tidak tahu dampak fit out atau renovasi yang dilakukannya pada unit bisa membuat kerusakan pada bangunan atau unit lain. “Karena itu sebelum melakukan fit out, penghuni harus lapor dan menyertakan gambar kerja terutama untuk mengetahui (pengaruh pekerjaan itu terhadap) jalur plumbing dan listrik guna memastikannya tetap berfungsi baik. Setelah pekerjaan selesai, nanti juga ada inspeksi dari teknisi kami untuk pekerjaannya beres,” tuturnya.

Ia mengaku punya banyak pengalaman mengenai hal itu di apartemen yang sudah beroperasi sejak 2013 dan masih terus dikembangkan itu. Sebagai contoh, banyak penghuni mengganti keramik kamar mandinya karena tidak menyukai desain, warna, dan motif terpasang dari developer. Setelah diganti, penghuni hanya memastikan penggantian itu memuaskan dirinya, tanpa memperhatikan hal itu menyebabkan kebocoran dan rembes ke unit di bawahnya.

“Belajar dari kasus-kasus seperti itu, kami menawarkan unit yang sudah berperabot (full furnished). Jadi, konsumen tidak perlu pusing lagi mengangkut dan install perabotan sendiri. Semuanya sudah tersedia lengkap, tinggal masuk. Perabotannya juga digaransi. Kalau ada kerusakan, kami sudah siapkan spare part-nya,” katanya.

Seratus juta

Fiona, seorang pekerja swasta yang menempati unit studio 25 m2 di apartemen Bintaro Plaza Residence (BPR), Pondok Aren, Tangerang Selatan (Banten), sejak 2016, bercerita tentang pengalamannya pertama kali menghuni apartemen dan biaya fit out-nya. Ia menggunakan jasa desainer interior kenalannya untuk merancang interior apartemen supaya enak dipandang dan nyaman ditempati. Karena kenalan, desainer interior itu hanya mengenakan fee Rp250 ribu/m2.

Di BPR, untuk fit out atau tindakan renovasi apapun pada unit apartemen, depositnya ditetapkan Rp1 juta. Uangnya akan dikembalikan setelah pekerjaan selesai dan lulus pemeriksaan teknisi pengelola BPR. Barang terbesar yang bisa dimasukkan ke unit apartemennya melalui lift adalah tempat tidur berukuran 2 x 1,8 m2. Bila ukurannya 2 x 2 m2, tidak bisa dimuat di lift kecuali sistemnya knock down.

Ia merinci, perabotan besar dan agak mahal yang dibelinya adalah lemari pakaian, bed set, dan kitchen set. Pengelola melarang membongkar keramik lantai dan kamar mandi tapi boleh memasang yang baru di atasnya sesuai selera penghuni. Fiona mengikuti aturan itu saat memasang keramik baru sesuai seleranya di kamar mandi dan pelapis vinil untuk menutup lantai kamar tidur.

Untuk piranti elektronik, dia membeli pesawat TV, kulkas kecil, dispenser, water heater, kompor gas, nakas, meja kecil, kabinet TV, dan beberapa printilan lain seperti kran sink dan shower kamar mandi. “Total saya habis Rp100 juta untuk menata interior apartemen dan mengisi perabotannya. Tentu ini pilihan dan sangat bisa dibuat lebih murah (tergantung pilihan masing-masing). Tapi, apapun yang kita belanjakan di apartemen akan kembali kepada kita sendiri. Menurut saya, dengan anggaran segitu hasilnya apartemen saya cukup nyaman ditempati,” katanya.

sumber: housingestateid


0 comments

Leave A Comment