082198207682

Simpro Realty

Search More

Our Blog

Sepi Penyewa, Perkantoran Kosong Jakarta Tembus 218 Hektar

Posted on June 27, 2019 by Vibiz Admin in News

Tingkat kekosongan ruang perkantoran di Jakarta, baik di kawasan pusat bisnis atau central business district )CBD) maupun di luar CBD pada kuartal pertama 2019, masih cukup tinggi.

Dalam catatan Savills Indonesia, tingkat kekosongan di kawasan CBD mencapai 23,8 persen. Sedangkan di luar CBD mencapai 23,9 persen.

Sementara total luas ruang kantor di kedua kawasan tersebut mencapai 9,1 juta meter persegi, masing-masing 6,3 juta meter persegi di kawasan CBD dan 2m8 juta di luar CBD.

Dengan demikian, jika ruang kosong perkantoran diakumulasikan, maka luasnya menembus 2,18 juta meter persegi atau 218 hektar.

“Seperti saya bilang, market-nya masih reses, istirahat. Dari angka rental tidak ada yang berubah dari akhir tahun lalu sampai sekarang,” terang Head of Research Savills Indonesia, Anton Sitorus, di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Kendati di kedua lokasi tersebut tidak ada pasokan perkantoran baru, tingginya tingkat kekosongan didorong masih minimnya aktivitas sewa menyewa oleh tenant.

“Sewa menyewa di kawasan CBD masih didominasi oleh co-working operator yang mana mereka pun hanya menyewa tempat. Tapi nantinya kan mereka perlu mencari tenantnya,” ucap dia.

Anton memperkirakan jumlah pasokan ruang perkantoran baru di kawasan CBD hingga 2023 mencapai 1,4 juta meter persegi.

Dari jumlah tersebut 47 persen diantaranya didominasi ruang perkantoran Grade A. Sedangkan 42 persen lainnya Grade Premium dan 11 persen Grade B.

Adapun pasokan ruang perkantoran di luar CBD hingga 2021 diprediksi bertambah hingga 580.000 meter persegi.

Mayoritas (37 persen) berada di wilayah Jakarta Selatan dan dilanjutkan 36 persen di Jakarta Pusat.
Adapun perkantoran Grade B akan mendominasi suplai ruang perkantoran baru di luar kawasan CBD yaitu sebesar 69 persen. Sedangkan Grade A sebesar 28 persen dan Grade C hanya 3 persen.

sumber: kompas


0 comments

Leave A Comment