082198207682

Simpro Realty

Search More

Our Blog

“Sering Banjir, Mengapa Kelapa Gading Masih Diminati?”

Posted on January 3, 2020 by Vibiz Admin in News

Meski menyandang “tahbis” elite, Kelapa Gading masih menjadi salah satu kawasan langganan banjir di Jakarta.

Tiap hujan datang, kawasan elite tersebut selalu kebanjiran tiap tahunnya. Terlebih pada 2002, dan 2007, banjir di Kelapa Gading demikian parah.

Tahun 2020, kawasan yang meliputi tiga kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading Timur, dan Pegangsaan Dua kembali diterjang banjir.

Kompleks perumahan dan apartemen seperti Gading Kirana, Summarecon Kelapa Gading, Gading Mediterania Residence, tak luput terendam banjir.

Kendati demikian, kawasan dengan luas 1.633,7 hektar tersebut tetap saja diincar investor dan pengembang properti. Harga lahan dan propertinya pun terus meroket, alih-alih surut.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Properti yang juga CEO Leads Property Indonesia Hendra Hartono mengatakan, kawasan di Utara Jakarta tersebut masih diminati karena tak hanya menjadi destinasi untuk tinggal, namun juga untuk berbisnis.

“Mereka banyak yang buka usaha, baik restoran, notaris, kantor dan macam-macam. Jadi susah buat mereka untuk pindah ke tempat lain. Karena sudah nyaman dan praktis dekat dengan tempat berbisnis dan tempat tinggal,” tutur Hendra kepada Kompas.com, Jumat, (3/1/2020).

Hendra menambahkan, dengan kisah sukses berbisnis di kawasan Kelapa Gading membuat banyak orang tak ingin pindah dari tempat tersebut.

“Ya kalau tadinya tinggal di sana dari awal, lalu berbisnis dan ternyata berhasil, lalu investasi rumahnya meningkat. Ya siapa yang mau pindah ya,” ucap Hendra.

Lebih lanjut, Hendra mengatakan, pemilik rumah di Kelapa Gading didominasi oleh orang luar Jakarta yang memang mencari kemudahan untuk tinggal dan membangun bisnis.

Sebagian besar dari mereka adalah pedagang dan pengusaha yang punya pabrik di Jakarta Timur, Bekasi, dan kawasan lainnya.

Pamor tak terkalahkan
Puluhan tahun diterjang banjir tak membuat pamor Kelapa Gading terkalahkan, meskipun muncul kawasan-kawasan pertumbuhan baru seperti Bekasi Barat, dan Cikarang.

Menurut Hendra, tinggal atau memiliki properti di Kelapa Gading adalah sebuah prestise, kebanggaan tersendiri.

Siapa pun yang tinggal di kawasan tersebut dipandang sebagai kalangan yang secara finansial sudah mapan dan merdeka.

“Bagi penduduk sekitarnya yang belum se-elite kawasan Kelapa Gading akan memilih untuk upgrade ke Kelapa Gading. Mereka fanatik dengan daerah tersebut karena simbol prestige kalau sudah naik income levelnya,” terang Hendra.

Penduduk dari luar Jakarta yang memang sudah tinggal lama di Kelapa Gading tetap memilih untuk mendiami kawasan tersebut karena sudah membentuk sebuah komunitas.

Mereka tidak akan mau relokasi ke tempat lain, meskipun ketinggian banjir dalam hitungan meter sekalipun.

“Sama-sama senang. Kalau ada perlu bantuan jadi bisa gampang saling bantu membantu,” ucap Hendra. Faktor-faktor itulah yang menyebabkan kawasan Kelapa Gading selalu diincar dan mengalami kenaikan harga gila-gilaan.

Saat ini saja, harga lahannya sudah mencapai Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per meter persegi, belum lagi harga propertinya yang sudah berada pada level 12 digit.

sumber: kompas


0 comments

Leave A Comment