082198207682

Simpro Realty

Search More

Our Blog

Soal Apartemen untuk Ekspatriat, Jakarta Peringkat Ke-11 Se-Asia

Posted on March 16, 2017 by Vibiz Admin in News

Berdasarkan penelitian ECA International terhadap tingkat akomodasi yang biasa disewa oleh ekspatriat pada 2017, Jakarta menempati peringkat 11.

Peringkat ini turun dari survei sebelumnya yang menempatkan ibu kota Indonesia pada posisi 10 sebagai lokasi paling mahal untuk akomodasi high-end di Asia.

Sementara Singapura berada di posisi ketujuh yang berarti jatuh dari posisi keempat dibandingkan tahun lalu.

Ini adalah salah satu temuan dari Survei Akomodasi terbaru yang diterbitkan oleh ECA International, penyedia informasi dan perangkat lunak untuk manajemen dan penugasan karyawan di seluruh dunia.

ECA International telah melakukan penelitian terkait akomodasi selama lebih dari 20 tahun untuk membantu perusahaan memberikan pilihan perumahan yang tepat sebagai bagian dari keseluruhan paket kompensasi bagi karyawan ekspatriat.

Survei tersebut membandingkan akomodasi yang biasa disewa oleh staf asing di lebih dari 230 lokasi di seluruh dunia.

Sewa untuk apartemen tiga kamar tidur tanpa perabotan di lingkungan ekspatriat populer di Singapura rata-rata 4.535 dollar AS (Rp 60,4 juta) per bulan. Meskipun sejak 2012, sewa rata-rata di Singapura telah menurun secara signifikan.

“Ada beberapa faktor yang berperan di sini. Pertama, angka ekspatriat di Singapura telah stabil, yang kemudian menurunkan permintaan sewa properti di lingkungan ekspatriat populer,” kata Regional Director, ECA International Lee Quane.

Faktor selanjutnya, peningkatan jaringan transportasi menyebabkan perpindahan lokasi favorit dari area historis populer seperti Distrik 9-11 ke lokasi yang lebih murah.

Singapura juga telah menerima perwakilan lebih banyak dari negara-negara lain, seperti China, Malaysia, Taiwan, dan Thailand, yang anggaran perumahannya cenderung lebih rendah.

Faktor-faktor yang dikombinasikan dengan peningkatan pasokan properti di pasar ini menyebabkan tuan tanah untuk merespons dengan mengurangi harga sewa.

Hongkong posisi teratas

Lokasi atau kota yang paling mahal di Asia untuk akomodasi high-end masih dipegang oleh Hongkong.

Sewa untuk apartemen tiga kamar tidur tanpa perabotan di lingkungan ekspatriat populer rata-rata 10.189 dollar AS (Rp 135,7 juta) per bulan.

“Selama lima tahun terakhir, Hongkong terus merajai peringkat regional kami,” kata Quane.

Dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan pasokan properti terbatas, rata-rata harga sewa di wilayah ini lebih mahal daripada di kota-kota dengan profil tinggi lainnya.

Dalam dollar AS, harga sewa di kota 14 persen lebih tinggi daripada di lokasi berikutnya yang paling mahal di Asia, Tokyo.

Lima tahun lalu, harga sewa di Hongkong sekitar 20 persen lebih tinggi daripada di ibu kota Jepang tersebut.

Namun, kesenjangan telah menurun secara signifikan sejak saat itu.

Daratan China

Shanghai, yang berada di peringkat ketiga dengan akomodasi high-end termahal di Asia tahun lalu turun dua tempat ke posisi kelima.

Hal ini disebabkan besarnya kenaikan harga sewa di Seoul dan Yokohama. Di China, posisi Shanghai tepat di depan Beijing, Dalian, dan Guangzhou.

Peringkat sewa rata-rata lokasi di China umumnya meningkat selama tahun lalu.

“Evaluasi terbaru kami dari tingkat sewa rata-rata di China menunjukkan, pengenalan PPN merupakan faktor yang berkontribusi terhadap kenaikan oleh tuan tanah,” sebut Quane.

Shanghai, Beijing, Shenzhen, dan Guangzhou dilaporkan mengalami peningkatan nyata untuk sewa rata-rata dalam satu tahun terakhir.

Tanpa perubahan PPN, diharapkan banyak lokasi menempatkan perubahan minimal sewa rata-rata pada tahun 2016. Pasalnya, permintaan asing telah goyah di tengah ketidakpastian ekonomi.

Berikut daftar 20 kota Asia berdasarkan biaya sewa apartemen 3 kamar tidur high-end:
1. Hongkong
2. Tokyo
3. Seoul
4. Yokohama
5. Shanghai
6. Beijing
7. Singapura
8. Mumbai
9. Yangon
10. Metro-Manila
11. Jakarta
12. Makau
13. Bangkok
14. Taipei
15. Ho Chi Minh City
16. New Delhi
17. Hanoi
18. Dhaka
19. Dalian
20. Guangzhou

sumber: Kompas


0 comments

Leave A Comment