082198207682

Simpro Realty

Search More

Our Blog

Untung Rugi Investasi Properti

Posted on September 11, 2019 by Vibiz Admin in News

Apa Anda tertarik memulai bisnis properti? Sebelum mengambil keputusan, yuk simak dulu untung dan rugi dari investasi properti.

Investasi properti tergolong dalam investasi real asset, dimana investasinya berupa benda yang berwujud. Investasi tanah atau properti memang sangat populer belakangan ini.

Hal tersebut terjadi karena timbulnya kelangkaan. Bayangkan saja, tanah yang tersedia tidak akan bertambah (kecuali dilakukan proses perluasan tanah oleh pemerintah). Sedangkan populasi penduduk terus meningkat.

Artinya, permintaan tanah dan properti akan lebih tinggi dari persediaannya, dan mengakibatkan harganya semakin tinggi. Beberapa hal inilah yang membuat setiap orang berlomba-lomba berinvestasi tanah dan properti.

Lalu apa saja kelebihan dari investasi properti ini? Mari melihat beberapa kelebihannya berikut ini:

#1. Imbal Hasil Cenderung Positif
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, konsep kelangkaan berperan penting dalam investasi properti. Dengan demikian, bisa dibilang umumnya imbal hasil investasi properti selalu positif jika Anda cerdas mencari lokasi yang baik.

Terlebih jika investasi dilakukan dalam jangka panjang, Anda bisa memperoleh keuntungan hingga berlipat-lipat. Sehingga umumnya investasi ini memang dilakukan demi tujuan jangka panjang, misalnya investasi demi dana pensiun.

Jika digunakan dalam waktu pendek pun bisa, umumnya bisa dilakukan dengan beberapa contoh berikut:

  • Memperbaiki bangunannya kemudian dijual dengan harga lebih mahal.
  • Membeli tanah untuk kemudian dibangun dan dijual dengan harga lebih mahal, dan masih banyak lagi.

Namun hati-hati untuk memilih lokasi yang strategis dan jangan pilih lokasi yang kemungkinan besar akan sulit dijual karena beberapa alasan tertentu, misalnya daerah rawan banjir, lokasinya di gang sempit yang sulit diakses kendaraan, atau tanah dekat pemakaman atau TKP pembunuhan dan perampokan.

#2. Potensi Pendapatan Pasif
Anda juga bisa memperoleh pendapatan pasif saat berinvestasi properti. Misalnya saja apabila Anda menunggu masa pensiun dan memutuskan untuk mengontrakkan atau menyewakannya.

Disini Anda memperoleh pendapatan pasif sembari tetap memiliki asset-nya karena tanah dan bangunan tidak dijual.

Jadi bisa dibilang investasi properti punya keuntungan ganda, dimana selain nilainya yang terus meningkat, Anda juga bisa memperoleh penghasilan pasif selama belum menjualnya.

#3. Dapat Dijadikan Agunan
Jika Anda memutar otak, sebenarnya Anda bisa membeli sebuah properti dan menjadikannya agunan untuk meminjam uang demi membeli properti lainnya.

Siklus keuntungannya kurang lebih sama sehingga Anda bisa memperoleh keuntungan atau impas.

Tanah atau properti adalah salah satu agunan yang umumnya bernilai tinggi, sehingga Anda bisa mengharapkan jumlah pinjaman yang besar juga. Menguntungkan bukan berbisnis properti?

#4. Tahan Terhadap Pengaruh Inflasi
Pada praktiknya, zaman dahulu pembelian rumah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan primer manusia.

Namun kini sudah terjadi perubahan kepentingan dimana properti menjadi salah satu cara untuk menjaga investasi tersebut agar tidak terpengaruh dengan inflasi.

Artinya pemilik yakin membeli properti karena nilai investasi tidak akan turun seperti nilai mata uang yang terpengaruh dengan inflasi.

#5. Berbentuk Fisik
Berbeda dengan investasi saham, investasi properti berbentuk real asset sehingga wujudnya dapat dilihat dengan jelas.

Umumnya investasi dengan fisik yang terlihat akan lebih digemari para investor, mengapa? Karena Anda bisa merasa aman dengan adanya kepemilikan dan wujud benda yang jelas.

Sebagai contohnya, anggaplah Anda membeli saham sebuah perusahaan, Anda hanya memiliki bukti kepemilikan berbentuk secarik kertas. Apabila terjadi sesuatu, bisa saja kertas itu tidak berarti lagi.

Beda halnya saat Anda memiliki barang fisik yang bisa dilihat dan disentuh, misalnya emas atau properti. Tentunya Anda akan merasa lebih tenang karena ada wujud fisiknya.

Meskipun memiliki banyak kelebihan, memulai bisnis properti juga tentunya memiliki risiko. Apabila Anda gagal memperoleh keuntungan, atau lokasi tidak mendukung, maka Anda bisa terjebak dengan properti itu selamanya.

Sebenarnya besar tidaknya risiko bergantung pada toleransi risiko Anda. Oleh karena itulah sebagian orang berani berinvestasi properti dan sebagian lagi memilih instrument investasi lainnya.

Nah mari melihat risiko investasi properti sebelum Anda memilih untuk berinvestasi:

1. Kekosongan
Risiko pertama saat berinvestasi properti adalah kemungkinan adanya kekosongan pada jangka waktu yang tidak dapat ditentukan.

Jika rumah dibiarkan kosong tanpa adanya penyewa, biasanya rumah akan cepat rusak dan tidak terawat.

Dari kekosongan tersebut maka Anda tidak memiliki penghasilan pasif selama Anda memiliki properti tersebut.

Jadi bisa dibilang rumah saat itu bukanlah aset melainkan hanya liabilitas, karena Anda terus membayar angsuran namun tidak ada pemasukan pasif, sehingga arus kas menjadi negatif.

Umumnya kekosongan ini disebabkan oleh 2 hal, yakni kesulitan mencari penyewa yang sesuai atau karena tidak ada permintaan sewa di area tersebut.

Untuk mengatasinya, cobalah menggunakan beberapa situs yang bisa membantu Anda memasarkan rumah (sewa atau jual), misalnya saja rumah.com atau web property lainnya.

Dengan demikian Anda akan lebih mudah memasarkan rumah di situs yang memang pengunjungnya adalah orang-orang yang sedang mencari rumah.

Jadi, sebenarnya Anda harus sabar-sabar dalam mengelola investasi properti, dan direkomendasikan untuk memiliki dana darurat untuk jaga-jaga bila rumah selalu kosong dan membutuhkan perawatan.

sumber: finansialku


0 comments

Leave A Comment